Sabtu, 04 September 2010

Kota Banjarbaru,Aku harus Lebih Kuat Lagi....

           Diumurku yang sekarang sudah memasuki masa remaja ini,aku kemaren baru sadar.Sudah 7 tahun lamanya aku menjadi warga Kota Banjarbaru,atau kota yang lebih sering disebut kota idaman.Yeah…aku memang menuntut ilmu agama di tempat ini,dan sekarang sudah memasuki tahun terakhir.Walaupun kampung halamanku terletak jauh di Amuntai KAB HSU sana,tapi semangatku untuk belajar takkan pernah surut.
Biasanya kota Banjarbaru identik dengan pendidikan dan kebersihan,karena banyaknya disini sekolah negri maupun swasta,serta kebersihannya yang luar biasa terjaga.Tak salah bila Kota Banjarbaru langganan mendapat piala adipura kota kecil terbersih dari President RI tiap tahunnya.Padahal kota ini tergolong muda umurnya,baru saja merayakan dirgahayu yang ke-11.


Aku bangga dengan Kota Banjarbaruku yang tercinta ini walaupun sejatinya aku tidak terlahir dan dibesarkan disini.Dan juga bukannya aku juga tak bangga dengan kota kelahiranku di Hulu Sungai utara sana.Aku juga cinta dengan kota kelahiranku,namun aku merasakan hawa lain dengan kota Banjarbaru ini.Yaitu aku sangat bisa menikmati sastra! Menurutku Kota Banjarbaru bukan saja disebut-sebut sebagai kota idaman.Namun suara hatiku berkata Kota banjarbaru kusebut dengan kotanya para Seniman,Budayawan,dan Sastrawan! Aku sangat yakin akan hal itu.

Pada malam Minggu hari itu (21 Agustus) tepatnya di taman minggu raya pusat kota,dimana sekumpulan anak muda lagi serunya nonton balapan racing motor di lapangan pusat.Sedangkan tak jauh dari tempat tersebut,tepatnya dekat taman air mancur,sekumpulan orang-orang juga mengadakan acara.Namun ketahuilah…acara yang dilaksanakan selebihnya orang –orang dewasa itu bukan acara yang biasa bagiku,namun acara yang sangat luar biasa!

Aku mengikuti acara itu dengan sangat,sangat hikmat.Karena acara ini sangat jarang dan langka aku harus rela jauh-jauh dari Amuntai ke banjarbaru cuma dengan naik taksi.Ya,demi dunia kesastraan maupun kesenian yang sangat aku sukai.Acara yang dimulai dengan berbuka bersama ini,serta diteruskan pelaksanaan acara inti sehabis shalat tarawih dihadiri para sastrawan,seniman maupun para budayawan di seluruh pelosok Kalimantan Selatan,dan juga para pelajar yang menunjukan bakatnya di bidang puisi waktu tampil di atas panggung.Dan yang membuatku sangat terkejut adalah datangnya Pak.Walikota dan Wakilnya.Ini menandakan betapa pedulinya beliau dengan budaya di daerah sendiri sungguh hal yang langka,aku sangat bersyukur dengan keadaan ini.

Terima kasih banyak kuucapkan kepada Ayahanda Arsyad Indradi,betapa banyak inspirasi yang aku dapatkan dari beliau.Dari sini aku mengerti…sungguh kesederhanaan dan kegigihan tak selamanya pahit,namun juga menghasilkan buah yang manis ,semanis madu.Diumur yang sudah tak bias dikatakan muda lagi,beliau tetap semangat berkarya.Aku berharap aku pun nantinya juga bisa mengiringi sosok beliau.Juga tak lupa pula para sastrawan dan seniman yang telah berjasa denganku selama ini.Bpk.Rudi Karno,Bpk.Syamsuddin,Bpk.MS.Sailillah,Bpk.Rasyidi Umar,Bpk.Ersis WA,Bpk.Khairani,Bpk.Hasbi Salim,Mas Hajriansyah,Bung Asa,Ibu Nailiya,Mbak Dewi Alf,Kakak” dari FLP Banjarbaru & Banjarmasin..Serta semua orang-orang yang mendukungku agar tetap terjun ke dunia sastra.

Lantas,dengan mengikuti acara ini+lomba aku pun menyadari….kalau diatas langit masih ada langit.Aku tak dapat menggapai semuanya,karena aku harus berbagi…tak mungkin pula semua keberhasilan aku raih dalam satu moment saja.
Karena aku harus lebih kuat….
Dan harus lebih giat berlatih lagi…a
Dan terus tak pernah berhenti berkarya..

“Ulun ngini kada pang pina talalu mambanggaakan lawan piraga saurang,namun amunnya ulun masih haja dibari kasampatan gasan pian-pian sabarataan,walaupun ulun kada sanggup manjadi puhun baringin nang kukuh diatas bukit sana,ulun nang kaya kumpai barang…tapi kawa mambantui puhun manahan hujan….”


Karena aku sudah berjanji pada dunia …
Bahwa akan kuukir namaku padanya,
dan membuktikan bahwa tak hanya orang yang fisiknya sempurna saja yang bisa menggapai segalanya.Namun juga banyak orang yang lumpuh tapi bisa membuktikan keberhasilannya.
Salam Sastra!
Amuntai,
23 Ramadhan 1431 H

19 komentar:

Fahrizal mengatakan...

Sampit, tunggu aku ... aku bakalan buat kamu bangga denganku ... Semangat thay q kada hakon kalah ...

Ibu Noni mengatakan...

Bunda bangga sama Arief yang trus bisa berkarya walaupun berlatar belakang santri.Tetap semangat! Banggakan orang tuamu dan tentunya KOta Banjarbaru.See you again,succes!

Mr.Mix Borneo mengatakan...

akh...seandainya aku juga sama seperti kamu y7ang banyak menorehkan prestasi di bidang sastra,pasti orang tuaku sangat bangga kepadaku,haaha...

Tetap semngat frend...Indonesia membutuhkan generasi muda sepertimu!

Cha_Cha mengatakan...

All Right...
Tak ada yang tak mungkin kawan.Selama kita mau berusaha dan pantang menyerah untuk menggapai kemauan pasti benteng sekuat tembok china pun bisa diruntuhkan.

Anonim mengatakan...

Bro,yang pentig kau mau berusaha dan jangan menyerah.Dibalik semua kejadian pasti ada hikmahnya.Semoga saja cita-citamu dapai terwujudkan.Amin!!

Clara mengatakan...

don't give up my friend

M Mursyid PW mengatakan...

Bangsa dan negara ini membutuhkan generasi seperti Arief. Semoga akan semakin banyak lagi terlahir arief2 baru yang lain.
Salam kreatif dari Pekalongan!

attayaya jadi anak smp mengatakan...

keep fight
keep spirit bro
jika ada keinginan
selalu ada jalan

darahbiroe mengatakan...

tetep smngat
:D

bundarie mengatakan...

hmm, bunda belum pernah ke banjarbaru..kepengen kapan kapan yaaa,,,.....

TUKANG CoLoNG mengatakan...

anak indonesia harus kuat.:)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

betul di atas langit ada langit. ada yg selalu lebih hebat dari kita

Zian mengatakan...

Cangkalnya tay ikam tulak....

Aku terus terang sudah kawa lagi bergeliat di sastra, sibuk banar aku kuliah, maka banyak banar tatinggal pada orang lain. Jadi harus ful belajar.

nurhayadi mengatakan...

NURHAYADI

BESERTA STAFF KABINET ZIZZAHAZ BERSATU

MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITHRI 1431 H

TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM.

HE. Benyamine mengatakan...

cerita yang menarik ... serasa ada di sana.

maaf lahir batin …. Taqobbalallahu minna waminkum.

Selamat Idul Fitri 1431 H.

Agung Aritanto mengatakan...

aq kd mau kalah jua nah Banjarmasin akan bangga jua lawan pemuda tampang gembel kaya aq neh kna tunggu aj gebrakan selanjutnya dari aq

semangat thay ayo kita bersaing walaupun aq kalah start dari km

Ipah mengatakan...

waa, saya bangga melihat anak muda ky kamu yg bangga sm kota kelahirannya :))

salam kenal ;)

HE. Benyamine mengatakan...

postingan ini Banjarmasin Post hari ini (23 September 2010: hal. 1) dalam kolom Halte Blogger ... maaf sebelumnya tidak memberitahukan untuk mengusulkan postingan ini ke BPost.

Edelweis mengatakan...

muncul lagi di halte blogger...


Semangat... (itu saja)