Rabu, 10 Agustus 2011

Aruh Sastra VIII Barabai KAL-SEL (2011); Bangkitkan Gairah Pegiat Sastra

Aruh Sastra VIII Barabai KAL-SEL (2011); Bangkitkan Gairah Pegiat Sastra
Oleh: Arief Rahman Heriansyah

Tiba-tiba saya tertegun menatap sehelai kertas undangan yang bertuliskan nama saya tersebut. Teringat kembali saat undangan itu malam tadi diserahkan Bung Raji Abkar (salah seorang anggota Dewan Kesenian Daerah HSU ) kepada saya yang masih seperti anak bawang ini. “>_<  Paling sudut atas kertas itu tertera tulisan ;
“PANITIA PELAKSANA ARUH SASTRA KE-8 KALIMANTAN SELATAN”.
Ada perasaan meletup di hati saya saat itu, entah kenapa jiwa sastra saya yang akhir-akhir ini padam gara-gara bayang PPN-V Palembang tempo lalu, hari ini seperti bangkit & terbakar kembali. Saya tersenyum atau lebih tepatnya sumringah saat mengetahui bahwa karya yang dilombakan tahun ini adalah cerpen dan puisi berbahasa Indonesia. Karena dua tahun berturut-turut saya mengikuti lomba puisi – yang saat itu berbahasa Banjar- saya tidak pernah menang, bahkan masuk karya pilihan pun tidak. (haha)
            


            Acara even akbar ini seperti yang dikabarkan akan diagendakan pada setiap tahunnya, secara bergiliran antar Kabupaten yang menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan acara ini. Dan kebetulan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Barabai) mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah pada tahun ini. Dapat dipastikan acara ini akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 16-19 September 2011. Dengan bertajuk “Menebar Benih Sastra di Banua Murakata” sepertinya slogan tersebut memang benar-benar akan memberikan benih-benih ilmu sastra di ‘kota apam’ tersebut, tak bisa dipungkirkan kenyataannya.

            Kemudian difokuskan pada apresiasi kesenian, bahasa dan sastra, acara Aruh Sastra VIII dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan, yakni :
-          Lomba cipta puisi B.Indonesia se-Kalimantan Selatan
-          Lomba mengarang Cerpen B.Indonesia se-Kalimantan Selatan
-          Lomba penulisan Cerita Rakyat Kab. Hulu Sungai Tengah se-Kalsel
-          Penerbitan antologi kumpulan puisi Penyair Kalimantan Selatan
-          Safari Sastrawan ke sekolah-sekolah / madrasah
-          Festival ‘pergelaran sastra’
-          Seminar / dialog sastra bersama Sastrawan & Budayawan Kalsel dan Nasional
-          Pelatihan  penulisan karya sastra, serta tehnik pembacaan puisi pra-aruh sastra
-          Penerbitan buku pemenang lomba cipta puisi, cerpen, dan cerita rakyat HST
-          Panggung sastra & gelar sastra
-          Pleno Aruh Sastra
Nah, di kegiatan yang sebrek dan sangat penting ini sungguh rugi kalau kita tidak berperan di dalamnya, paling tidak keikutsertaan anda dalam lomba sudah turut meramaikan dan membangkitkan acara ini agar lebih meriah.

            Sepertinya para panitia pelaksana sudah sangat mempersiapkan acara ini pada jauh-jauh hari. Dapat kita buktikan pada ‘pelatihan penulisan karya sastra serta tehnik pembacaan puisi’ pra-aruh sastra yang dilaksanakan pada 27-28 Juli lalu pada tiap sekolah di Barabai juga sudah menuai kesuksesan. Dengan menghadirkan dua orang maestro yakni; Ayahanda Arsyad Indradi & Ali Syamsudin Arsi pada acara tersebut, seperti mengukir sejarah baru pada pelaksanaan Aruh Sastra dari pelaksanaan di tahun-tahun dahulunya, karena hanya tahun ini yang mengadakan acara pra-aruh sastra tersebut. Sungguh kabar mengembirakan, bahkan telah terbentuknya juga kepengurusan Komunitas Teater / sastra yang beranggotakan para pelajar se-Kab HST, yang saat itu para anggotanya dilantik oleh ketua DKD HST yakni; Bpk.H.M.Fahmi Wahid,M.Pd yang sekaligus juga mengetuai pelaksanaan Aruh sastra VIII pada tahun ini. Dikabarkan pula pada acara ini nantinya akan mendatangkan Sastrawan dari daerah Kalsel sebagai pembicara / narasumber yakni; Dimas Arika Miharja (Dr. Sudarjono, M.Pd)  dari Jambi dan Akhmad Subhanudin Alwi dari Cirebon yang telah menyatakan siap hadir di Barabai pada Aruh Sastra VIII tanggal 16 – 19 September 2011 nanti. Serta ada pula pemakalah dari Kalsel sendiri yaitu; Drs. Tajuddin Noor Ghanie dan Dr.H.Rustam Efendi. Diperkirarakan para peserta dan tamu undangan yang akan berhadir dalam Aruh Sastra VIII ini berjumlah 400 orang lebih.

            Sekarang kita kembali ke masa 7 tahun silam. Pertama kalinya Aruh Sastra Kalsel ini dilaksanakan di kota Kandangan (Kab Hulu Sungai Selatan) pada tahun 2004. Kemudian pada tahun 2005 pelaksanaan Aruh Sastra II bertempat di Batu Licin (Kab Tanah Bumbu). Lalu pada Aruh Sastra yang ke III di tahun 2006, Kota Baru (Kab Pulau Laut) menyatakan siap sebagai tuan rumah selanjutnya. Pada tahun 2007, kota kelahiran saya yakni; Amuntai (Kab Hulu Sungai Utara) juga menjadi tuan rumah pada pelaksanaan acara Aruh Sastra ke-IV tersebut. Dan selanjutnya pada tahun 2008 kota Paringin (Kab Balangan) juga turut sukses menyelenggararakan Aruh Sastra ke-V. Lalu pada pelaksanaan Aruh Sastra ke-VI, yakni di tahun 2009 kota Marabahan (Kab Barito Kuala) juga turut andil untuk menyemarakkan acara ini sebagai tuan rumah. Dan selanjutnya kota Tanjung (Kab Tabalong) telah sukses pula menyelenggarakan Aruh Sastra VII pada tahun 2010 lalu. Dan saya percaya bahwa Bung Raji Abkar lah yang menjadi penggagas utama pada acara ini.

            Lalu setelah Aruh Sastra VIII Barabai (Kab Hulu Sungai Tengah) di tahun 2011 ini, siapakah yang siap menjadi tuan rumah untuk Aruh Sastra selanjutnya? Kota idaman Banjarbaru kah? Atau kota Banjarmasin, atau bisa juga Kab Tanah Laut? Ah, kita belum tau pasti... Yang saya inginkan, di manapun itu pelaksanaannya, tetap berjalanpun acara ini pada tiap tahunnya sudah cukup menjawab setumpuk pertanyaan di benak saya.

Aruh Sastra Kalimantan Selatan adalah agenda yang sangat penting bagi para tokoh Sastrawan, Budayawan, Seniman, serta Pegiat sastra. Acara ini seperti menyatukan keberadaan mereka, yang selama ini terkadang jauh dari jamahan pemerintah untuk kelayakan mereka. Hanya dengan ‘seni’ mereka dapat berbagi kepada khalayak. Dan mungkin pula pertumbuhan dan perkembangan bahasa sastra daerah & sastra Indonesia di bumi lambung mangkurat ini memperlihatkan kemajuan signifikan. Maraknya penerbitan buku puisi, cerpen, maupun antologi sepertinya juga sudah turut andil dalam perkembangan sastra di banua kita tercinta ini. Namun ironisnya pula betapa banyak anak muda yang nantinya diharapkan sebagai penerus bangsa sepertinya semakin  terseret oleh arus budaya luar yang lebih menjurumus ke arah moderenisasi, mereka seperti tidak akrab dengan budaya lokalitas itu. Betapa negara kita Indonesia adalah negeri yang berbudaya dan memiliki nilai seni yang eksotis pada kacamata dalam negeri maupun dari luar negeri. Tengok saja orang luar (bule) begitu tertariknya mereka dengan kebudayaan negeri kita, sampai-sampai ada yang sengaja mengambil kuliah di sini demi mendapatkan ilmu seni & budaya pada negeri Indonesia. Bukankah itu adalah suatu hal yang ironis? Karena sejatinya masih banyak penduduk dalam negeri yang tidak mengenal budaya mereka sendiri.

Lalu informasi terakhir yang saya dapat melalui koran “Media Kalimantan” (05/8) bahwa naskah lomba yang diterima para juri yakni; Cerpen (230 naskah), Puisi (203 naskah), dan Cerita rakyat (30 naskah). Bukankah angka itu sangat ‘wow’ karena lihat saja jumlah naskah cerpen itu, lebih fantastis kedengarannya. Padahal puisi lebih membahana di banua kita ini, namun tak mengapa... sungguh ini juga adalah kabar gembira di dunia kesusastraan bagi banua. Karena faktor itu sungguh memicu pada bangkitnya semangat para pegiat sastra, dan gairah berkarya itu sepertinya memang betul-betul terbakar. J

Sebagai catatan terakhir saya juga perlu mengingat karena ini juga diselenggarakan perlombaan yang cukup bergengsi di kalangan para pekarya, maka yang ditunjuk panitia sebagai paduka dewan juri oleh pada setiap lomba adalah; Ali Syamsudin Arsi, Arsyad Indradi, dan Micky Hidayat (sebagai dewan juri lomba puisi). Kemudian; Y.S Agus Suseno, Jamal Suryanata, dan Sandi Firli diberikan mandat sebagai tim penilai pada lomba cerpen. Kemudian adapula lomba yang sering memanjakan mata kita dengan segala aspek pertunjukkan yakni; lomba ‘pergelaran sastra’, dewan juri yang terhormat ini adalah H.Adjim Ariyadi, Drs. Syarifuddin. AR, dan Burhanudin Soebely. Dan terakhir pada lomba penulisan cerita rakyat HST, yakni tim juri adalah sesepuh yang juga berdomisili di wilayah tersebut; Drs.Ismail Wahid,SH.MH, Muhlis Maman, dan A.W.Syarbaini. Nah, marilah kita do’akan agar mereka semua dapat menjalankan tugas mereka dengan lancar dan tidak ada kendala sedikitpun. Amien.. ^_^

                                       

                                               
 Ketua Pan-Lak Aruh Sastra VIII: Drs.H.M.Fahmi Wahid.M.Pd

 Juri Lomba cipta Cerpen Aruh Sastra VIII

 Arsyad Indradi (si Penyair Gila)

Ali Syamsudin Arsi (Asa)

 Micky Hidayat

Juri Lomba Cipta Cerpen Aruh Sastra VIII

  Y.S Agus Suseno

 Jamal T. Suryanata

Sandi Firly*
 
Mengingat pentingnya even seperti ini, maka sudah sepatutnya bagi kita sebagai generasi muda untuk tetap memperjuangkan agar acara Aruh Sastra ini tidak terhenti dan dapat terus terlaksana serta berjalan lancar pada setiap tahunnya. Salam Sastra.

Amuntai,
10/08/2011

23 komentar:

Qori Reader mengatakan...

wuih diundang lah, apa acara hiburannya?konsumsinya pang napa teh?

kena mun ada acara keini behabarlah, handak malihat jua.

Qori Reader mengatakan...

oh iih, untuk menarik minat muda dalam sastra susah kayaknya tuh.. anak sekarang gak demen nulis cerpen, sukanya nulis status.

Zhuly Sent mengatakan...

rif.. Undang aku lah mun kawa...hehe

Ana hndak memulai meaktfkn blog ana lagi nah.. Tlg masukan'a lch..hehe

doakn mga sukses ana djogja lch...

Zian mengatakan...

Ada kesalahan tu tay, coba km baca MK, atau lihati di FB, ada ralat, pesertanya ternyata kada sebanyak itu. cerpen cuma 60-an naskah.

Arief Rahman Heriansyah mengatakan...

@Qori: Pian ada gapat undangannya lah?? hihihi...
Tapi biar za, kawa haja umpat bakalajl toh, hehehe

@Zhuli Sent: Alhamdulillah kawan'ae... Aku turut senang melihat keaktifanmu kembali, hehe

@Zian: Inggih, ada ai ulun nerima kabarnya lwt sms Bang Sandi.keina ulun edit sayang ai. hahaha

Qori Reader mengatakan...

@arief:

baapa bakazal, aku dipondok kawa ja umpat maulid kada batutulisan.. apa itu namanya yo lah??


eh ada zhuly sent,,,, lama gak dnger kabar nih orang, haha.

Ide Gokil mengatakan...

Hai rif apa kabar? lama ga bersua nih,makasih yup atas kunjungannya n tentunya aku masih ingatlah hehehe...

met menjalankan ibadah puasa

Arief Rahman Heriansyah mengatakan...

@Qori: Manyarawin ngarannya Qor ai, haha..

Iya amto nah, si Juli hanyar nampak batang hidungnya!! hehe

Arief Rahman Heriansyah mengatakan...

@Ombung: Iya Mas, salam ukhuwah dan salam ramadhan pula untukmu :-)

Belajar Photoshop mengatakan...

10000% dukungan saiia kang sama acara2 seperti ini :)

Qori Reader mengatakan...

@aRIEF: IYA LAH MANYARAWIN!!!! haha... 1 sudah kada ingat lagi kebiasaan nang ngitu.

berapa lamakah sizuli akan bertahan?

sawali tuhusetya mengatakan...

meski secara fisik saya belum pernah ke kalsel, tapi saya agak sedikit tahu tentang geliat sastra di kalsel. hampir pada setiap event sastra, bang asa selalu mengirimi saya email. salam sastra dan budaya buat sahabat2 di kalsel.

Zhuly 'Trie' Sent mengatakan...

haha... Kda tw jua nah knpa kch btang hidungQ hanyar timbul...

Baek za qori ae... Qm fnk pa kbr'a? Sukses z lch situ...he

Anonim mengatakan...

Assalaamu'alaikum wr.wb, Arief...

Tahniah ya, selamat mendapat undangan pada Aruh Sastera yang bakal diadakan tidak lama lagi. ia satu rezeki yang menarik untuk menambah ilmu dan bertemu dengan ramai sasterawan. kalau diliat dari foto di atas, saya hanya mengenali Ali Syamsuddin Arsy dan Sandy Firly sahaja.

Mudahan Arief bisa menimba ilmu dari mereka yang sudah lama hebat dalam bidang ini. Semoga berjaya.

Tulisan Arief sangat baik dan mantap berhubung dengan penjelasan aktivitas sastera di Kalsel. Terima kasih udah berbagi rasa dan berkongsi cerita dari sana. Saya senang dengan perkembangan dunia sastera dan budaya di Kalsel. Sepertinya sudah mulai meningkat naik dan dikenali ramai.

Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

SITI FATIMAH AHMAD
http://webctfatimah.wordpress.com/

Edelweis mengatakan...

Haw.....fotoku knp kdd tabuat? :D

Qori Reader mengatakan...

coy, dibaca jua ini nah:

http://feedproxy.google.com/~r/KomunitasBloggerAl-falah/~3/uR3yZ1g5zOM/menjelang-hut-kontra-ke-3-2011-agenda.html

M Mursyid PW mengatakan...

Wow... pati menyenangkan dapat bersua dengan para pegiat sastra.
Sukses untuk acaranya!

TUKANG CoLoNG mengatakan...

harus ada tokoh-tokoh yang memotivasi anak muda khususnya untuk menulis. seperti raditya dika yg sukses bikin citra kalo menulis itu menyenangkan. :)

QuantumWriter mengatakan...

ya kah ka?
SAYANG KADA KAWA UMPAT

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

jayalah sastra lokal :)

Anonim mengatakan...

Assalaamu'alaikum wr.wb Arief...

Alhamdulillah, kedatangan Syawal setelah berakhirnya Ramadhan sebentar lagi menjadi saksi kepada ibadah yang kita jalani. semoga keberkatan dan rahmat Allah akan mengiringi setiap langkah ke depan dalam kehidupan.

Hadir ini, untuk mengucapkan Minal aidin wal fa'izin buat sahabat yang selalu berbagi kebaikan di dunia maya. Maaf dipohon jika ada kesilapan sepanjang silaturahmi selama ini. Semoga diberi kesihatan dan kebahagiaan di hari yang mulia ini.

SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI
MAAF ZAHIR DAN BATHIN

Salam Ramadhan yang mulia dari Sarikei, Sarawak. :D

SITI FATIMAH AHMAD
http://webctfatimah.wordpress.com/

budies mengatakan...

Wah saya sangat kepingin sebenarnya ketemu tokoh-tokoh sastra dari kalsel, bisa enggak ya nanti tanggal tersebut saya datang... duh biar hanya disuruh nonton dariluar gak papa, masalahnya saya orang Ampah, bukan dari kalsel

Arief Rahman Heriansyah mengatakan...

Biar bagimanapun kita tetep harus semangat

*haram manyarah-Waja sampai Ka Puting*

CaayoO.... ^_^