Rabu, 08 Oktober 2014

TENTANG ARIEF RAHMAN HERIANSYAH

    ARIEF RAHMAN HERIANSYAH



            Anak pertama dari dua bersaudara ini dilahirkan di Amuntai Kalimantan Selatan, 14 Juni 1992 dari pasangan H. Heriansyah & Hj. Noor Thaibah.
Menyukai dunia seni dan sastra sejak taman kanak-kanak, dan pertama kali mengarang puisi dan dongeng sejak kelas II SD. Menamatkan studinya selama tujuh tahun di Pon-Pes Al Falah Banjarbaru Kal-Sel. Selama terkurung di Pesantren itulah, ia makin mengasah bakatnya hingga bisa mewakili Kal-Sel di Lomba Cipta Puisi antar Pesantren tingkat Nasional di Surabaya, dan berhasil menduki peringkat tiga besar. Setelah itu ia berproses selama kuliah di IAIN Antasari Banjarmasin selama 4,5 tahun.
              Sekarang ia tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.                               
 Karya-karyanya bertebaran di media massa seperti: Banjarmasin Post, Radar Banjarmasin, Serambi Ummah, Cahaya Nabawiy, Kalimantan Post, Media Kalimantan, dan sejumlah buletin / majalah sekolah. Puisi-puisinya juga sering dibacakan di Radio Abdi Persada FM Banjarmasin.
Dan sekarang lebih 30 buku Antologi fiksi (cerpen) maupun puisi telah memuat karya-karyanya. Dan ia menikmati hobinya sekarang yakni berekspresi dengan menulis lagu.

    “Sebuah Perjuangan, Sebuah Pilihan”
            Arief dilahirkan dari keluarga yang satu pun dari keluarganya tersebut bukan dari orang berdarah seni. Kadang ia juga bingung entah keturunan dari siapakah darah seni yang mengalir pada dirinya. Bermula dari hobi membaca sebuah majalah anak-anak saat ia berumur lima tahun, hingga saat ia berumur tujuh tahun keinginan untuk melahirkan sebuah tulisan seakan mendorong kuat, hingga lahirlah puisi pertama yang ia ciptakan pada waktu itu berjudul “Guruku”, sampai sekarang pun ia masih ingat dengan isi puisi tersebut.
            Namun cobaan itu selalu ada, saat ia berkeinginan kuat untuk melanjutkan sekolah di SMP favorit di Kabupaten tempat ia berada, keinginan itu sangat bertentangan dengan keinginan Ayahnya yang ingin memasukannya di Pondok Pesantren di ibu kota, yang tentu sangat jauh jaraknya dari kampong halaman. Arief mengalah dengan mengubur impiannya menjadi seniman saat itu, kar’na ia beranggapan mana mungkin jiwa seninya dapat tereksplor di dunia pesantren yang terkurung ketat dengan tembok besinya yang menjulang kokoh. Ia mengalah demi kemauan Ayahnya.
            Namun tak disangka, justru bakat menulisnya semakin kuat saat ia menduduki di bangku Aliyah di pesantren tersebut, walaupun secara otodidak – tidak ada ustadz guru seni- namun bakat itu terus saja mengiringi langkahnya, dan dapat menghasilkan prestasi di tingkat sekolah-sekolah umum di luar. Akan tetapi lagi-lagi bakat itu kurang disetujui Ayahnya yang menginginkan ia ahli di bidang agama dan kitab kuning. Arief memberontak dan terus saja mengembangkan bakat menulis tersebut dengan sering mengikuti seminar atau pelatihan kepenulisan di luar. Hingga pada suatu ajang bergengsi di tingkat pesantren, Arief dapat meraih medali emas di cabang lomba Cipta Puitisasi Al-Qur’an se Kalimantan Selatan, dan berhak mewakili Provinsinya di ajang nasional. Dan perjuangan di tingkat Nasional itupun tidak sia-sia, Arief berhasil menyabet peringkat tiga besar dan membawa pulang medali perunggu untuk mengharumkan nama Provinsinya. Hingga saat itulah Ayahnya luluh dan membiarkan Arief memilih jalan hidupnya di kesenian, khususnya sastra. Bahkan sampai sekarang Ayahnya sangat mendukung untuk memotivasi anaknya ini untuk selalu mengikuti even-even sastra yang ada.
Kini selain menjadi mahasiswa yang aktif berorganisasi, Arief juga pernah dipercaya menjadi Ketua umum Sanggar Bahana Antasari (SBA) periode 2014-2015 yang juga menunjang aktifitas seni yang mendarah-daging dalam dirinya, ditahun selanjutnya tanpa disangka Arief diamanahkan dan terpilih menjadi Ketua BEM/Dema IAIN yang mana sebutan "Presma" masih melekat dalam jiwanya sampai sekarang. []



MTQ Tanah Laut 2013



MTQ Kab.Banjar 2013



in Museum 


















My Mom beloved










My Action, hahaha


I'm actor drama, hehe





My Studies, kemudian saya pun ditugaskan mengajar di
SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin


My Sister beloved, Chaerunnida Heriansyah


We show, "Bahasa Langit"


1 komentar:

azmi mengatakan...

Mantap muda berprestasi...lanjutkan raih cita cita mas..


Jaga kesehatan cek urine sebagai indikator kesehatan